March 11, 2015

Please,,please,,please,,

My Dear Lord,,

Please forgive me for all my harsh words,,
Please forgive me if I can't forget and sincere the hurt things,,

Maybe it's simple and easy for the others,,
but why it doesn't work with me?
Maybe it's like not me anymore,,because I almost never yelling the harsh words,,

Maybe it's just my excessive mind,,because nothing feared,,but (again) seems like so shocked for me,, (In this stage,,I feels that I starting crazy,,am I crazy?)
Maybe,,maybe and many others maybe,,

But please,,please,,please,,
Please just keeping me to always remember my little angel,,
Please just keeping me to raise her,,
Please just keeping me to make her happy,,
Please just keeping me to fulfill my life with her,,


Thank you,,thank you and thank you,,

Me,
Yours,,

May 19, 2009



Handphone berkedip2 tanpa suara,,
Televisi terus menyiarkan berita koalisi partai,,
Teh susu mulai mendingin,,
Aku duduk,,dsudut ini,,memandang semua,,

Tdi aku tak dsudut ini,,
Tdi tak ada Handphone berkedip-Siaran berita d TV-Teh susu mendingin,,
Tdi adanya aku,,dan perempuan itu,,
Aku sedang menyelesaikan sujudku ketika dia datang dengan sarung tangannya,,
Aku terkejut sebenar2nya,,tapi aku benar2 tak mau membenar2kannya ke dia,,Aku hanya harus diam,,dan terus diam ketika diapun mungkin memaksakan berkata2:
“Sekarang aku benar2 mengerti Kirana,,aku hanya ingin hidupmu,,hanya itu,,”

Dia mulai berdesah,,seakan2 menyesal atas salah inginnya,,
Kalau yang ini,,aku tak terasa terkejut,,aku mengerti,,
Mengerti sejak dia mengenalku,,menjadi temanku,,lalu dekat,,menjadi yang terdekat,,
Lalu mulai merebut teman2ku lain2nya,,mengambil simpati org2 sedarahku lain2nya,,
Ikut memiliki lelaki2ku lain2nya,,aku benar2 mengerti,,
Bukan itu inginnya sebenar2nya,,
Hidupku itulah yang menjadi ingin seingin2nya,,

Lalu kemudian dia mulai berkata2 lgi,,

“Tak ada pilihan u/ini Kirana,,aku sudah menentukannya,,”
Lalu dia memegang tanganku,,
“Takkan sakit Kirana,,aku takkan membuatnya lama,,walau mungkin sakitmu a/canduku,,kli ini tidak,,aku akan membuatnya adil u/mu dan aku,,”
Lalu mulailah dia menyayatkannya padaku,,
Aku menahan nafasku u/coba tahankan perihku d atas sayatannya,,
“Ini yang terakhir Kirana,,aku janji akan ini,,”
Sayatannya semakin medalam di nadiku kali ini,,

Aku terpejam,,lalu aku sadar sesadar2nya,,sekarang aku sudah hilang,,
Hilang dari Handphone berkedip-Siaran berita d TV-Teh susu mendingin,,
Hilang seperti dia yang hilang dengan langkah dan sarung tangannya,,
Tapi aku dan sayatan itu takkan pernah hilang dremuk2 relungnya,,


Dia Hilangkan,,

Dulu lelaki itu,,Dulu datang,,
Membentukkan rusuknya pada rusuk dia,,
Mengalirkan darahnya pada darah dia,,
Menyatukan sumsumnya pada sumsum dia,,

Tapi,,ketika dia tiba,,lelaki hilang,,
Lalu dia cari mencari tercari,,
Lalu dia tunggu menunggu tertunggu,,
Lalu dia pikir,,dia hilang juga saja,,
Hilang dari rusuk, darah, dan sumsum dari lelaki dulu itu,,

Namun dia tau,,sehilang2nya dia,,akan lebih hilang lelaki yang dulu itu dari redam2 relungnya sendiri,,

Dia ikut tertusuk rusuk dalam lelaki dulu itu tertusuk rusuknya,,
Dia ikut tersayat darah dalam lelaki dulu itu tersayat darahnya,,
Dia ikut terbeku sumsum dalam lelaki dulu itu terbeku sumsumnya,,

*Aku direlungku ini,,termangu dalam dia,,membaca dia dalam ikatan ini:
My Lord,,first of all,,please forgive me for all my fury words,,
When he come to me,,even down on my knees,,
In the name of YOU,,and for all of my heart,,all of my soul,,
I really swear,,I will ignore him,,ignore for the rest of my life,,


(Dian Karmila, 12 March 2009)



Perempuan Gila,,

Aku ada di rumah sakit jiwa ini,,
Tapi bukan berarti aku gila,,
Aku hanya pura2 gila,,
Pura2 ini dimulai ketika aku mengenal lelaki itu,,
Aku tahu mungkin dia juga tidak memujaku seperti aku memujanya,,
Tapi aku tak peduli,,sejauh aku memilikinya,,
Ya,,aku selalu memilikinya,,karena dia membutuhkan uangku,,popularitasku,,dan tentunya tubuhku,,
Semuanya berjalan dengan aku memilikinya,,sampai kemudian,,dia merebutnya,,
Dia istri ayahku,,aku lebih senang memanggilnya si murahan,,
Dulu si murahan mengambil ayahku,,sekarang dia merebut lelaki itu,,
Kemudian aku benar2 muak memandang si murahan ataupun lelaki itu,,
Di kepalaku sekarang mereka tak lebih dari dua si murahan,,
Kemudian si wanita murahan mulai menyebutku perempuan gila,,
Kemudian si wanita murahan meyakinkan lelaki itu (yang juga murahan,,) bahwa aku memang perempuan gila,,
Kemudian dua si murahan itu membawaku ke rumah sakit jiwa ini,,
Aku sering melihat dua si murahan di televisi berkata bahwa merasa sangat prihatin atas kegilaanku ini,,
Dua si murahan selalu berkata ini akibat dari tak tangguhnya mentalku atas kepergian ayahku,,bahkan si wanita murahan akan meneruskannya dengan mulai berakting mengeluarkan airmata sambil berkata bahwa pada saat kepegian ayahku,,aku terus2an tersenyum dan tertawa bahagia didepan jasadnya,,
Ya,,mungkin memang aku tersenyum dan tertawa,,aku begitu karena aku tahu ayah tak perlu menderita lagi,,tak perlu sakit lagi oleh si wanita murahan,,
Kalau sudah begini,,aku benar2 merasa gila,,apakah ada masalah dengan kegilaanku,,atau harusnya si dua murahan itu yang kupermasalahkan dengan kegilaan murahan mereka,,



Wanita Murahan,,

Aku ada di rumah sakit jiwa ini,,
Tapi bukan berarti aku gila,,
Aku hanya menjenguk perempuan yang harus kupanggil anak dan kukatakan gila kepada semuanya,,
Sebenarnya aku tak tega membirakan hal ini terjadi,,tapi perempuan gila itu yang memulainya,,
Sejak dulu perempuan gila itu meneriakiku murahan,,
Aku memang bersama dengan ayahnya,,aku terikat oleh ayahnya,,dan karena itu tentunya aku juga terikat dengan harta ayahnya,,sudah sepatut dan sewajarnya kan??
Aku hanya mengutarakan mengutarakan keinginanku,,dan kalaupun itu terwujud tak sampai harus menjebol seluruh deposito atau tabungan toh,,
Aku tak pernah memaksa ayahnya,,Ayahnya pun tak pernah merasa terpaksa,,jadi mengapa harus dikait2kan dengan ‘murahan,,’
Kemudian aku tahu perempuan gila itu memuja lelaki itu,,tapi lelaki itu tak memuja perempuan gila itu,,
Lelaki itu selalu dimiliki perempuan gila itu,,karena dia membutuhkan uang,,popularitas,,dan tentunya tubuh perempuan gila itu,,
Mulai disini harusnya dia berterima kasih kepadaku,,karena aku merebut lelaki itu,,
Mulai disini aku yang membuat lelaki itu membutuhkan uangku,,popularitasku dan tentunya tubuhku,,
Mulai disini juga aku mulai menyebutnya perempuan gila kepada semua orang,,
Aku hanya ingin membiarkannya tenang,,membiarkannya mencipta mimpinya,,hingga suatu saat,,dia akan sadar betapa besar peranku sebagai istri ayahnya,,dan tentunya berhenti meneriakiku murahan,,
Kalau sudah begini,,aku benar2 merasa gila,,apakah ada masalah dengan ke’murahan’ku,,atau harusnya perempuan gila dan lelaki itu yang kupermasalahkan dengan ke’murahan’ mereka yang gila,,



Gadis Lonte,,

Aku ada di rumah sakit jiwa ini,,
Tapi bukan berarti aku gila,,
Aku hanya memperhatikan tingkah perempuan gila dan wanita murahan itu,,
Ya,,mungkin mereka tak sadar akan hadirnya aku dalam hidup mereka,,seperti aku yang sangat sadar hidupku ada diujung hidup mereka,,
Aku tak tahu apa yang kurasa atau mungkin kupikirkan ketika melihat perempuan gila dan wanita murahan itu,,
Aku hanya senang saja memperhatikan mereka,,
Perempuan gila yang terus akan memainkan lelakonnya sebagai pura2 gila,,
Wanita murahan yang terus akan memainkan lelakonnya sebagai ibu tiri yang teladan dan sangat mencintai anak semata tirinya itu,,
Aku hanya senang saja tertawa memperhatikan mereka terus bermain lelakon itu seakan semua lelakon yang menyaksikannya itu buta dan tuli,,
Benar2 sakit mereka,,
Sakit?? Mereka?? Kalau yang ini tak berani2nyapun aku tertawa,,
Aku juga sakit,,benar2 sakit,,entah seperti mereka atau memang hanya sakit sendiri,,
Aku mencintai lelaki itu seperti halnya lelaki itu mencintaiku,,
Tapi aku tak bisa memiliki lelaki itu,,seperti lelaki itu tak ingin dimilikiku,,hanya tubuh dan perasaan mungkin yang menyatu diantara kami,,hanya sebatas gadis lonte lelakonku untuk lelaki itu,,
Lelaki itu menginginkan uang2,,popularitas2 dan tubuh2 lainnya,,
Disinilah sakitnya dimulai,,lelaki itu seringkali menyebut ‘logika’ sebagai obat sakitku,,logika yang kemudian akan dilanjutkan dengan menyatunya tubuh kami dalam aliran deru nafsu baginya (aliran cinta yang terkorbankan bagiku,,) yang ujungnya diakhiri dengan sejumlah imbalan finansial yang mungkin membuatku tak perlu berpikir apapun lagi untuk memiliki apapun dan sesiapapun,,kecuali memiliki lelaki itu,,
Kalau sudah begini,,aku benar2 merasa gila,,apakah ada masalah dengan ke’sakitan’ku,,atau harusnya perempuan gila, wanita murahan dan lelaki itu yang kupermasalahkan dengan kegilaan mereka yang sakit,,


Lelaki itu,,

Aku tak ada di rumah sakit jiwa itu,,
Tapi bukan berarti aku tidak gila,,
Aku benar2 dibuat gila dengan perempuan gila, wanita murahan dan gadis lonte,,
Aku mengenal perempuan gila,,karena aku mengenal uang,,popularitas dan tubuhnya,,
Kemudian perempuan gila menyukaiku,,dan memberikan uang,,popularitas dan tubuhnya,,
Disini semua berjalan baik,,sampai wanita murahan mengetahuinya,,
Kemudian wanita murahan menawarkan uang yang lebih,,popularitas yang lebih sensasional,,dan tubuh yang lebih menawan,,
Disini aku berpikir,,kalau ada yang lebih mengapa harus menjalankan yang tidak lebih,,
Kemudian perempuan gila menyebutku sebagai murahan juga,,dan wanita murahan menyebut perempuan gila sebagai benar2 gila dan memasukkannya ke rumah sakit jiwa itu,,
Disini wanita murahan sibuk dengan perempuan gila sampai aku mengenal gadis lonte,,
Gadis lonte tak kukenal dengan uang dan popularitas,,tapi kukenal dengan tubuhnya,,
Gadis lonte benar2 kucinta,,tapi gadis lonte tak punya uang dan popularitas itu,,
Disini logika yang harus kutahankan,,aku tak bisa hidup tanpa uang dan popularitas itu,,
Kutahankan uang dan popularitas itu maka aku akan tetap bisa tahankan cintaku pada gadis lonte itu,,
Aku tetap tahankan logikaku,,walau mungkin gadis lonte tak bisa mengerti,,
Aku akan tetap tahankan logikaku berada di perempuan gila,,wanita murahan dan gadis lonte,,
Kalau sudah begini,,aku benar2 merasa gila,,apakah ada masalah dengan ke’logikaan’ku,,atau harusnya perempuan gila, wanita murahan dan gadis lonte itu yang kupermasalahkan dengan kegilaan mereka yang tak berlogika,,


**ditulis oleh Dian Karmila,,tanpa maksud apapun,,tanpa menokohkan siapapun,, (20 May 2008, 01.23 PM)

Aku menulis lagi disini,,
Sudah beberapa kali memang aku menulis,,
Menulis tentang kegilaan Dia,,Lelaki itu,,Ibu,,Teman,,Wanita Lonte,,dan yang lain2nya itu,,
Mengingkari kegilaanku,,mendapat pembenaran akan kegilaanku,,
Aku mengingkari kegilaanku bukan karena Dia,,Lelaki itu,,Ibu,,Teman,,Wanita Lonte,,dan yang lain2nya itu mengingkar2i juga,,
Aku mengingkari karena aku harus mengingkarinya,,
Aku mendapat pembenaran bukan karena Dia,,Lelaki itu,,Ibu,,Teman,,Wanita Lonte,,dan yang lain2nya itu mendapat2 pembenaran juga,,
Aku mendapat pembenaran karena aku harus mendapatnya,,
Aku mengingkari aku patah karena aku harus mendapat pembenaran Dia ada diluar pijakku,,aku tak ingin beralihkan pijakanku,,ataupun mungkin tetap berpijak disini dan berlari bersamanya,,aku hanya ingin berpijak disini dan berjalan dengan hayatku,,
Aku mengingkari aku remuk karena aku harus mendapat pembenaran Lelaki itu tak patut lagi memilikiku,,menikmatiku,,atau membunuhku bahkan di sisa2 nafasnya,,
Aku mengingkari aku tertusuk karena aku harus mendapat pembenaran Ibu sedang mendidikku agar aku tak mendarah2 lagi pada tusukan2 berikutnya,,yang mungkin lebih tajam, kuat ataupun dalam di rusukku,,
Aku mengingkari aku tersayat karena aku harus mendapat pembenaran Teman memang harus menjadi egois,,entah karena merasa lebih,, entah karena iri merasuki jiwanya,,saat mungkin malaikatpun sudah tak sanggup melihat gejolak dengkinya,,
Aku mengingkari aku terhina karena aku harus mendapat pembenaran Wanita Lonte memang ditakdirnya merebut dariku,,tapi aku tahu dalam hati yang Wanita Lonte itu rebut tak akan merasa benar2 penuh oleh Wanita Lonte itu,,
Sehilang2nya aku,,akan tetap lebih hilang Wanita Lonte dalam relungnya,,
Aku mengingkari aku gila karena aku harus mendapat pembenaran yang lain2nya itu,,yang baru gila,, yang makin gila,,dan yang lebih gila,,
Jadi aku hanya menulis lagi disini,,yang ini tak berani2nya aku mengingkari,,tak berani2nya aku menyuarakannya,,tak berani2nya aku membanggakannya,,
Hanya yang lain2nya itu,, yang baru gila,, yang makin gila,,dan yang lebih gila,,yang mungkin berani mengingkarinya,,menyuarakannya,,dan bahkan membanggakannya,,entah apa dan sesiapa itu,,
Entah dan sesiapa yang tak pernah yang lain2nya itu,,yang baru gila,, yang makin gila,,dan yang lebih gila,,tuliskan disini,,
Mereka tak pernah menulis disini,,
Sudah beberapa kali memang aku tahu mereka tak pernah menulis,,


(Dian Karmila, 28-Apr-2008, 07.57 PM)

Fiksiku kembali,,



++Kukenal,,

Aku terbangun,,lalu kemudian tersadar,,
Atap ini tak kukenal,,dinding ini tak kukenal,,ruangan ini tak kukenal,,bahkan lelaki disampingku ini pun tak kukenal,,
Astaga,,
Tapi,,ugkh harusnya aku tak sekaget ini,,
Sudah biasa bagiku untuk terbangun dalam situasi yang tak kukenal,,atau bahkan tak mengenal diriku sendiri,,
Yang aku kenal adalah aku dapat mendapatkan apa saja yang aku ingin dapatkan,,
Uang,,lelaki,,popularitas atau bahkan juga apapun yang tak kuinginkan,,
Dulu aku tak begini,,dulu aku manis,,baik,,
Tapi aku yang dulu itu adalah aku yang tidak dapat mendapatkan apa saja yang dia ingin dapatkan,,
Uang,,lelaki,,popularitas atau bahkan juga apapun yang aku ingin dapatkan,,
Jadi ada benarnya kan kalau aku sekarang bermain dengan semua yang dapat aku dapatkan ini,,
Aku harus cepat2 mandi,,lalu pergi dari semua yang tak kukenal ini,,
Ada yang lainnya,,yang kukenal yang harus kutemui,,
Ketika nantipun aku menemui yang kukenal,,
Pada saatnyapun,,aku harus bergegas,,menemui sesiapapun yang kukenal atau tidak,,yang pasti kuingin dapatkan,,
Dulu aku tak begini,,dulu aku tidak harus cepat2,,bergegas,,karena memang tak sesiapapun ingin menemuiku,,
Jadi ada benarnya kan kalau aku sekarang bermain dengan semua yang dapat aku temui ini,,
Aku akhirnya menemui yang kukenal,,lelaki itu terduduk diujung sudut itu,,hitam menyelimutinya,,entah asap rokoknya,,entah wanitanya,,entah rindunya,,
Asap rokoknya itu gejolaknya,,wanitanya itu lonte,,rindunya itu aku,,
Aku yang membuat lelaki itu mencandu rindu,,karena rindu itu aku,,maka aku membuat lelaki itu mencandu aku,,
Dulu aku tak begini,,dulu aku tidak dapat mencandunya,,memanggil lonte kepada wanita pembuat candunya,,ataupun menemuinya dalam selimut hitam asapnya,,
Jadi ada benarnya kan kalau aku sekarang bermain dengan semua yang dapat aku candukan ini,,
Lalu lelaki itu meniupkan hitamnya padakyu,,
“Brengsek,,tidur dengan siapa lagi lo semalam,,”
Lalu aku hanya diam,,
Lalu lelaki itu hanya lelah dan pergi,,
Lalu aku hanya tak peduli,,karena aku tahu dia pergi ke wanitanya,,lontenya,,
Lalu aku hanya dapat pergi ke sesiapapun yang aku inginkan,,
Dulu aku tak begini,,dulu pasti aku akan menahan derapnya,,tersedu dikakinya,,berteriak ampun,,dan rela untuk diinjak atau bahkan dipanggil lonte olehnya,,
Jadi ada benarnya kan kalau aku sekarang bermain dengan semua yang dapat aku diamkan ini,,

**ditulis oleh Dian Karmila,,tanpa maksud apapun,,tanpa menokohkan siapapun,,hanya untuk menuangkan diam2nya,, (29 January 2008, 10.23 PM)

Hanya Fiksiku,,




++PEREMPUAN ITU

Perempuan itu menangis entah untuk yang keberapa kalinya,,
Entah menangis untuk siapa,,yang perempuan itu rasa hanya sembilu menusuk hatinya,,
Perempuan itu tak mau lagi peduli akan lelaki2 yang mungkin juga menangis disudut2 lainnya,,lelaki2 yang datang-pergi-mungkin akan datang kembali-mungkin akan pergi kembali dan terus berulang seperti itu di kertas takdirnya,,
Perempuan itu merasa tak perlu peduli lagi pada lelaki pertama,,
Padanya perempuan itu berikan cinta,,berikan seluruh sudut jiwanya,,tapi lelaki itu hanya memberikan raganya,,entah jiwanya,,mungkin berlari,,mungkin terkurung dan tak ingin menuju perempuan itu,,
Tapi perempuan itu bertahan,,terus mendaki,,menyusuri,,mencari kemana jiwa lelaki itu,,entah berapa lama,,entah berapa kali,,hingga,,yang terasa lelah,,lelah,,kemudian perempuan itu berhenti,,
Lalu perempuan itu merasa tak perlu peduli lagi pada lelaki kedua,,
Pada lelaki kedua,,perempuan itu tidak ingin mencari jiwa lagi, karena perempuan itu mulai terbiasa untuk tidak melibatkan jiwanya,,kemudian lelaki pertama datang,,mengoyak hasratnya,,mengoyak jiwanya,,dengan menyakinkan bahwa jiwa lelaki itu ternyata bersama perempuan itu,,ketika perempuan itu pergi,,lelaki pertama berkata jiwanya pun ikut berlari dengan perempuan itu,,
Kemudian itulah perempuan itu merasa tak perlu peduli lagi pada lelaki kedua,,
Tapi kemudian perempuan itu merasa,,jiwanya kosong,,benar2 kosong setelah lelaki pertama berkata jiwanya bersama perempuan itu,,kalau jiwa perempuan itu kosong,,mengapa perempuan itu harus berlama2 membuang detik2 bersama lelaki pertama,,karena ada lelaki ketiga,,mengapa perempuan itu tidak bersama lelaki ketiga,,
Lalu perempuan itu merasa tak perlu peduli lagi pada lelaki pertama,,
Lelaki ketiga kini memberinya sejumlah harapan,,menunjukkan jiwanya,,walau mungkin hanya terlihat abu bagi perempuan itu yang baru pertama mengenalnya,,tapi kemudian perempuan itu terbangun,,ini hanya mimpi,,lelaki ketiga hanya memberinya mimpi,,berani2nya lelaki itu,,membangun jiwa tiruannya,,membuatnya seolah2 utuh,,utuh bersama perempuan itu,,namun ternyata menipu perempuan itu,,
Lalu perempuan itu merasa tak perlu peduli lagi pada lelaki ketiga,,
Apalagi lelaki pertama, lelaki kedua dan lelaki2 lainnya datang merayu hasratnya,,merayu jiwanya,,
Dan kemudian perempuan itu kembali bersama lelaki pertama,,menemani lelaki kedua,,kemudian juga menaburkan khayal2nya pada lelaki2 lainnya,,lelaki2 yang bahkan mungkin dulu tak peduli pada perempuan itu dan sekarang menjadi sangat2 peduli,,atau bahkan benar2 terbuai oleh perempuan itu dan sekarang menjadi sangat2 terbuai,,
Perempuan itu mungkin gila,,mungkin brengsek,,mungkin juga hanya menjadi korban dari tak kepeduliannya,,
Kalau kemudian lelaki pertama berkata benar2 menyatukan jiwanya pada perempuan itu,,lalu mengapa lelaki itu baru mengetahuinya saat perempuan itu mulai terbiasa untuk tak mendaki,,menyusuri,,mencari kemana jiwa lelaki itu,,
Kalau kemudian lelaki kedua berkata benar2 ingin hidup bersama perempuan itu,,lalu mengapa dulu dia diam saja saat perempuan itu pergi meninggalkannya,,
Kalau kemudian lelaki ketiga berkata benar2 sepi dan tak bisa membayangkan hidupnya tanpa hadir perempuan itu,,lalu mengapa saat perempuan itu ada,,lelaki itu menipunya dengan jiwa tiruannya,,mengapa jiwa benar2nya bersama perempuan lain dan terus2nya memuja perempuan lain,,
Kalau kemudian lelaki2 lainnya berkata2 lainnya,,lalu mengapa tidak dari dulu berkata2 seperti itu,,atau mungkin kenapa harus terus2an berkata2 seperti itu,,
Akhirnya perempuan itu berhenti menangis entah untuk yang keberapa kalinya,,
Entah berhenti untuk siapa,,yang perempuan itu rasa hanya sembilu menusuk hatinya,,



++AKU

Aku bukan perempuan itu dan aku tidak mengenal perempuan itu,,seperti halnya perempuan itu bukan aku dan perempuan itu tidak mengenal aku,,
Aku lebih waras dari perempuan itu,,
Aku memiliki segalanya yang ingin dikuasai lelaki,,
Sebut saja wajah cantik–berpendidikan-harta yang berlimpah-tubuh indah-hati yang baik,,lelaki mana yang tak ingin menguasainya,,
Aku tak pernah menangis karena lelaki seperti perempuan itu,,
Aku bisa mendapatkan lelaki manapun yang aku inginkan,,
Lelaki yang bisa aku dapatkan dengan senyumanku,,pemikiranku,,kata2ku,,uangku,,membasahi bibirku,,mendesah perlahan,,membuka dua kancing atas kemejaku,,atau bahkan dengan merendahkan lipatan rokku,,
Lelaki2 itu tak boleh menuntutku untuk tinggal saat aku ingin pergi,,tak boleh mengeluh saat aku bersama lelaki lainnya,,tak boleh mengiginkanku saat aku tak menginginkannya,,
Aku tak pernah mengenal apa itu cinta pada lelaki,,apa itu sayang pada lelaki,,atau bahkan apa itu menghargai lelaki,,
Aku tak pernah mengenal lelaki sejak aku didalam rongga ibuku,,
Kata ibu,,lelaki yang seharusnya menjadi ayahku itu pergi,,tapi kata ibu lagi,,aku tak perlu khawatir,,masih akan banyak lelaki2 lainnya yang akan menjadi ayahku,,
Kemudian datanglah mereka,,aku cukup memanggilnya lelaki2 A, B, C dan yang lainnya yang terus2 datang memainkan peran sebagai ayahku,,
Ayah2ku itu hanya datang saat2 tertentu,,saat2 mereka merasa aman untuk datang,,atau saat2 mereka perlu untuk datang,,
Lalu kemudian ibu mengajariku,,cara memegang kendali dari liku ini,,kemudian dia menunjukkan tak perlu adanya sayang dari semua ini,,termasuk tak perlu sayangnya padaku dan sayangku padanya,,
Lalu aku jadi terbiasa,,terbiasa mendengar lenguhan lelaki2 itu,,terbiasa melihat rontakan amarah lelaki2 itu,,terbiasa mencium aroma kehausan lelaki2 itu,,terbiasa merasakan kecanduan lelaki2 itu,,terbiasa meraba hasrat lelaki2 itu,,
Harusnya aku mengajari perempuan itu seperti ibu mengajariku,,
Tapi aku tidak mengenal perempuan itu,,seperti halnya perempuan itu tidak mengenal aku,,
Harusnya aku bisa mengajari perempuan itu seperti ibu bisa mengajariku,,
Aku bisa menemui perempuan itu,,kapanpun aku mau,,seperti halnya perempuan itu bisa menemui aku,,kapanpun perempuan itu mau,,

**ditulis oleh Dian Karmila,,tanpa maksud apapun,,tanpa menokohkan siapapun,,hanya untuk menuangkan pilu2nya,, (15 January 2008, 01.23 AM)