May 19, 2009

Fiksiku kembali,,



++Kukenal,,

Aku terbangun,,lalu kemudian tersadar,,
Atap ini tak kukenal,,dinding ini tak kukenal,,ruangan ini tak kukenal,,bahkan lelaki disampingku ini pun tak kukenal,,
Astaga,,
Tapi,,ugkh harusnya aku tak sekaget ini,,
Sudah biasa bagiku untuk terbangun dalam situasi yang tak kukenal,,atau bahkan tak mengenal diriku sendiri,,
Yang aku kenal adalah aku dapat mendapatkan apa saja yang aku ingin dapatkan,,
Uang,,lelaki,,popularitas atau bahkan juga apapun yang tak kuinginkan,,
Dulu aku tak begini,,dulu aku manis,,baik,,
Tapi aku yang dulu itu adalah aku yang tidak dapat mendapatkan apa saja yang dia ingin dapatkan,,
Uang,,lelaki,,popularitas atau bahkan juga apapun yang aku ingin dapatkan,,
Jadi ada benarnya kan kalau aku sekarang bermain dengan semua yang dapat aku dapatkan ini,,
Aku harus cepat2 mandi,,lalu pergi dari semua yang tak kukenal ini,,
Ada yang lainnya,,yang kukenal yang harus kutemui,,
Ketika nantipun aku menemui yang kukenal,,
Pada saatnyapun,,aku harus bergegas,,menemui sesiapapun yang kukenal atau tidak,,yang pasti kuingin dapatkan,,
Dulu aku tak begini,,dulu aku tidak harus cepat2,,bergegas,,karena memang tak sesiapapun ingin menemuiku,,
Jadi ada benarnya kan kalau aku sekarang bermain dengan semua yang dapat aku temui ini,,
Aku akhirnya menemui yang kukenal,,lelaki itu terduduk diujung sudut itu,,hitam menyelimutinya,,entah asap rokoknya,,entah wanitanya,,entah rindunya,,
Asap rokoknya itu gejolaknya,,wanitanya itu lonte,,rindunya itu aku,,
Aku yang membuat lelaki itu mencandu rindu,,karena rindu itu aku,,maka aku membuat lelaki itu mencandu aku,,
Dulu aku tak begini,,dulu aku tidak dapat mencandunya,,memanggil lonte kepada wanita pembuat candunya,,ataupun menemuinya dalam selimut hitam asapnya,,
Jadi ada benarnya kan kalau aku sekarang bermain dengan semua yang dapat aku candukan ini,,
Lalu lelaki itu meniupkan hitamnya padakyu,,
“Brengsek,,tidur dengan siapa lagi lo semalam,,”
Lalu aku hanya diam,,
Lalu lelaki itu hanya lelah dan pergi,,
Lalu aku hanya tak peduli,,karena aku tahu dia pergi ke wanitanya,,lontenya,,
Lalu aku hanya dapat pergi ke sesiapapun yang aku inginkan,,
Dulu aku tak begini,,dulu pasti aku akan menahan derapnya,,tersedu dikakinya,,berteriak ampun,,dan rela untuk diinjak atau bahkan dipanggil lonte olehnya,,
Jadi ada benarnya kan kalau aku sekarang bermain dengan semua yang dapat aku diamkan ini,,

**ditulis oleh Dian Karmila,,tanpa maksud apapun,,tanpa menokohkan siapapun,,hanya untuk menuangkan diam2nya,, (29 January 2008, 10.23 PM)

No comments:

Post a Comment