May 19, 2009

Hanya Fiksiku,,




++PEREMPUAN ITU

Perempuan itu menangis entah untuk yang keberapa kalinya,,
Entah menangis untuk siapa,,yang perempuan itu rasa hanya sembilu menusuk hatinya,,
Perempuan itu tak mau lagi peduli akan lelaki2 yang mungkin juga menangis disudut2 lainnya,,lelaki2 yang datang-pergi-mungkin akan datang kembali-mungkin akan pergi kembali dan terus berulang seperti itu di kertas takdirnya,,
Perempuan itu merasa tak perlu peduli lagi pada lelaki pertama,,
Padanya perempuan itu berikan cinta,,berikan seluruh sudut jiwanya,,tapi lelaki itu hanya memberikan raganya,,entah jiwanya,,mungkin berlari,,mungkin terkurung dan tak ingin menuju perempuan itu,,
Tapi perempuan itu bertahan,,terus mendaki,,menyusuri,,mencari kemana jiwa lelaki itu,,entah berapa lama,,entah berapa kali,,hingga,,yang terasa lelah,,lelah,,kemudian perempuan itu berhenti,,
Lalu perempuan itu merasa tak perlu peduli lagi pada lelaki kedua,,
Pada lelaki kedua,,perempuan itu tidak ingin mencari jiwa lagi, karena perempuan itu mulai terbiasa untuk tidak melibatkan jiwanya,,kemudian lelaki pertama datang,,mengoyak hasratnya,,mengoyak jiwanya,,dengan menyakinkan bahwa jiwa lelaki itu ternyata bersama perempuan itu,,ketika perempuan itu pergi,,lelaki pertama berkata jiwanya pun ikut berlari dengan perempuan itu,,
Kemudian itulah perempuan itu merasa tak perlu peduli lagi pada lelaki kedua,,
Tapi kemudian perempuan itu merasa,,jiwanya kosong,,benar2 kosong setelah lelaki pertama berkata jiwanya bersama perempuan itu,,kalau jiwa perempuan itu kosong,,mengapa perempuan itu harus berlama2 membuang detik2 bersama lelaki pertama,,karena ada lelaki ketiga,,mengapa perempuan itu tidak bersama lelaki ketiga,,
Lalu perempuan itu merasa tak perlu peduli lagi pada lelaki pertama,,
Lelaki ketiga kini memberinya sejumlah harapan,,menunjukkan jiwanya,,walau mungkin hanya terlihat abu bagi perempuan itu yang baru pertama mengenalnya,,tapi kemudian perempuan itu terbangun,,ini hanya mimpi,,lelaki ketiga hanya memberinya mimpi,,berani2nya lelaki itu,,membangun jiwa tiruannya,,membuatnya seolah2 utuh,,utuh bersama perempuan itu,,namun ternyata menipu perempuan itu,,
Lalu perempuan itu merasa tak perlu peduli lagi pada lelaki ketiga,,
Apalagi lelaki pertama, lelaki kedua dan lelaki2 lainnya datang merayu hasratnya,,merayu jiwanya,,
Dan kemudian perempuan itu kembali bersama lelaki pertama,,menemani lelaki kedua,,kemudian juga menaburkan khayal2nya pada lelaki2 lainnya,,lelaki2 yang bahkan mungkin dulu tak peduli pada perempuan itu dan sekarang menjadi sangat2 peduli,,atau bahkan benar2 terbuai oleh perempuan itu dan sekarang menjadi sangat2 terbuai,,
Perempuan itu mungkin gila,,mungkin brengsek,,mungkin juga hanya menjadi korban dari tak kepeduliannya,,
Kalau kemudian lelaki pertama berkata benar2 menyatukan jiwanya pada perempuan itu,,lalu mengapa lelaki itu baru mengetahuinya saat perempuan itu mulai terbiasa untuk tak mendaki,,menyusuri,,mencari kemana jiwa lelaki itu,,
Kalau kemudian lelaki kedua berkata benar2 ingin hidup bersama perempuan itu,,lalu mengapa dulu dia diam saja saat perempuan itu pergi meninggalkannya,,
Kalau kemudian lelaki ketiga berkata benar2 sepi dan tak bisa membayangkan hidupnya tanpa hadir perempuan itu,,lalu mengapa saat perempuan itu ada,,lelaki itu menipunya dengan jiwa tiruannya,,mengapa jiwa benar2nya bersama perempuan lain dan terus2nya memuja perempuan lain,,
Kalau kemudian lelaki2 lainnya berkata2 lainnya,,lalu mengapa tidak dari dulu berkata2 seperti itu,,atau mungkin kenapa harus terus2an berkata2 seperti itu,,
Akhirnya perempuan itu berhenti menangis entah untuk yang keberapa kalinya,,
Entah berhenti untuk siapa,,yang perempuan itu rasa hanya sembilu menusuk hatinya,,



++AKU

Aku bukan perempuan itu dan aku tidak mengenal perempuan itu,,seperti halnya perempuan itu bukan aku dan perempuan itu tidak mengenal aku,,
Aku lebih waras dari perempuan itu,,
Aku memiliki segalanya yang ingin dikuasai lelaki,,
Sebut saja wajah cantik–berpendidikan-harta yang berlimpah-tubuh indah-hati yang baik,,lelaki mana yang tak ingin menguasainya,,
Aku tak pernah menangis karena lelaki seperti perempuan itu,,
Aku bisa mendapatkan lelaki manapun yang aku inginkan,,
Lelaki yang bisa aku dapatkan dengan senyumanku,,pemikiranku,,kata2ku,,uangku,,membasahi bibirku,,mendesah perlahan,,membuka dua kancing atas kemejaku,,atau bahkan dengan merendahkan lipatan rokku,,
Lelaki2 itu tak boleh menuntutku untuk tinggal saat aku ingin pergi,,tak boleh mengeluh saat aku bersama lelaki lainnya,,tak boleh mengiginkanku saat aku tak menginginkannya,,
Aku tak pernah mengenal apa itu cinta pada lelaki,,apa itu sayang pada lelaki,,atau bahkan apa itu menghargai lelaki,,
Aku tak pernah mengenal lelaki sejak aku didalam rongga ibuku,,
Kata ibu,,lelaki yang seharusnya menjadi ayahku itu pergi,,tapi kata ibu lagi,,aku tak perlu khawatir,,masih akan banyak lelaki2 lainnya yang akan menjadi ayahku,,
Kemudian datanglah mereka,,aku cukup memanggilnya lelaki2 A, B, C dan yang lainnya yang terus2 datang memainkan peran sebagai ayahku,,
Ayah2ku itu hanya datang saat2 tertentu,,saat2 mereka merasa aman untuk datang,,atau saat2 mereka perlu untuk datang,,
Lalu kemudian ibu mengajariku,,cara memegang kendali dari liku ini,,kemudian dia menunjukkan tak perlu adanya sayang dari semua ini,,termasuk tak perlu sayangnya padaku dan sayangku padanya,,
Lalu aku jadi terbiasa,,terbiasa mendengar lenguhan lelaki2 itu,,terbiasa melihat rontakan amarah lelaki2 itu,,terbiasa mencium aroma kehausan lelaki2 itu,,terbiasa merasakan kecanduan lelaki2 itu,,terbiasa meraba hasrat lelaki2 itu,,
Harusnya aku mengajari perempuan itu seperti ibu mengajariku,,
Tapi aku tidak mengenal perempuan itu,,seperti halnya perempuan itu tidak mengenal aku,,
Harusnya aku bisa mengajari perempuan itu seperti ibu bisa mengajariku,,
Aku bisa menemui perempuan itu,,kapanpun aku mau,,seperti halnya perempuan itu bisa menemui aku,,kapanpun perempuan itu mau,,

**ditulis oleh Dian Karmila,,tanpa maksud apapun,,tanpa menokohkan siapapun,,hanya untuk menuangkan pilu2nya,, (15 January 2008, 01.23 AM)

1 comment:

  1. Hello

    I like your blog.
    I have an experimental one, maybe you could contribute:
    I'd like this blog to evolve into some kind of an imprint of our lives.

    This can be the description, the story of a moment that you love to keep with you, or your whole life. This is why I'd like you to send me your story at ourinstantlifes@gmail.com It would be cool, to reach a million posts, every post beeing a submission from you. I need to outline that I'm waiting just a story, you don't need to send me pictures if you wouldn't like to send one. You don't need to give me your name. I'd just like stories. Instants.
    Most important being the privacy.

    http://ourinstantlives.blogspot.com/

    Thanks in advance:
    Csanad

    ReplyDelete