May 19, 2009



Handphone berkedip2 tanpa suara,,
Televisi terus menyiarkan berita koalisi partai,,
Teh susu mulai mendingin,,
Aku duduk,,dsudut ini,,memandang semua,,

Tdi aku tak dsudut ini,,
Tdi tak ada Handphone berkedip-Siaran berita d TV-Teh susu mendingin,,
Tdi adanya aku,,dan perempuan itu,,
Aku sedang menyelesaikan sujudku ketika dia datang dengan sarung tangannya,,
Aku terkejut sebenar2nya,,tapi aku benar2 tak mau membenar2kannya ke dia,,Aku hanya harus diam,,dan terus diam ketika diapun mungkin memaksakan berkata2:
“Sekarang aku benar2 mengerti Kirana,,aku hanya ingin hidupmu,,hanya itu,,”

Dia mulai berdesah,,seakan2 menyesal atas salah inginnya,,
Kalau yang ini,,aku tak terasa terkejut,,aku mengerti,,
Mengerti sejak dia mengenalku,,menjadi temanku,,lalu dekat,,menjadi yang terdekat,,
Lalu mulai merebut teman2ku lain2nya,,mengambil simpati org2 sedarahku lain2nya,,
Ikut memiliki lelaki2ku lain2nya,,aku benar2 mengerti,,
Bukan itu inginnya sebenar2nya,,
Hidupku itulah yang menjadi ingin seingin2nya,,

Lalu kemudian dia mulai berkata2 lgi,,

“Tak ada pilihan u/ini Kirana,,aku sudah menentukannya,,”
Lalu dia memegang tanganku,,
“Takkan sakit Kirana,,aku takkan membuatnya lama,,walau mungkin sakitmu a/canduku,,kli ini tidak,,aku akan membuatnya adil u/mu dan aku,,”
Lalu mulailah dia menyayatkannya padaku,,
Aku menahan nafasku u/coba tahankan perihku d atas sayatannya,,
“Ini yang terakhir Kirana,,aku janji akan ini,,”
Sayatannya semakin medalam di nadiku kali ini,,

Aku terpejam,,lalu aku sadar sesadar2nya,,sekarang aku sudah hilang,,
Hilang dari Handphone berkedip-Siaran berita d TV-Teh susu mendingin,,
Hilang seperti dia yang hilang dengan langkah dan sarung tangannya,,
Tapi aku dan sayatan itu takkan pernah hilang dremuk2 relungnya,,

1 comment: