May 19, 2009




Perempuan Gila,,

Aku ada di rumah sakit jiwa ini,,
Tapi bukan berarti aku gila,,
Aku hanya pura2 gila,,
Pura2 ini dimulai ketika aku mengenal lelaki itu,,
Aku tahu mungkin dia juga tidak memujaku seperti aku memujanya,,
Tapi aku tak peduli,,sejauh aku memilikinya,,
Ya,,aku selalu memilikinya,,karena dia membutuhkan uangku,,popularitasku,,dan tentunya tubuhku,,
Semuanya berjalan dengan aku memilikinya,,sampai kemudian,,dia merebutnya,,
Dia istri ayahku,,aku lebih senang memanggilnya si murahan,,
Dulu si murahan mengambil ayahku,,sekarang dia merebut lelaki itu,,
Kemudian aku benar2 muak memandang si murahan ataupun lelaki itu,,
Di kepalaku sekarang mereka tak lebih dari dua si murahan,,
Kemudian si wanita murahan mulai menyebutku perempuan gila,,
Kemudian si wanita murahan meyakinkan lelaki itu (yang juga murahan,,) bahwa aku memang perempuan gila,,
Kemudian dua si murahan itu membawaku ke rumah sakit jiwa ini,,
Aku sering melihat dua si murahan di televisi berkata bahwa merasa sangat prihatin atas kegilaanku ini,,
Dua si murahan selalu berkata ini akibat dari tak tangguhnya mentalku atas kepergian ayahku,,bahkan si wanita murahan akan meneruskannya dengan mulai berakting mengeluarkan airmata sambil berkata bahwa pada saat kepegian ayahku,,aku terus2an tersenyum dan tertawa bahagia didepan jasadnya,,
Ya,,mungkin memang aku tersenyum dan tertawa,,aku begitu karena aku tahu ayah tak perlu menderita lagi,,tak perlu sakit lagi oleh si wanita murahan,,
Kalau sudah begini,,aku benar2 merasa gila,,apakah ada masalah dengan kegilaanku,,atau harusnya si dua murahan itu yang kupermasalahkan dengan kegilaan murahan mereka,,



Wanita Murahan,,

Aku ada di rumah sakit jiwa ini,,
Tapi bukan berarti aku gila,,
Aku hanya menjenguk perempuan yang harus kupanggil anak dan kukatakan gila kepada semuanya,,
Sebenarnya aku tak tega membirakan hal ini terjadi,,tapi perempuan gila itu yang memulainya,,
Sejak dulu perempuan gila itu meneriakiku murahan,,
Aku memang bersama dengan ayahnya,,aku terikat oleh ayahnya,,dan karena itu tentunya aku juga terikat dengan harta ayahnya,,sudah sepatut dan sewajarnya kan??
Aku hanya mengutarakan mengutarakan keinginanku,,dan kalaupun itu terwujud tak sampai harus menjebol seluruh deposito atau tabungan toh,,
Aku tak pernah memaksa ayahnya,,Ayahnya pun tak pernah merasa terpaksa,,jadi mengapa harus dikait2kan dengan ‘murahan,,’
Kemudian aku tahu perempuan gila itu memuja lelaki itu,,tapi lelaki itu tak memuja perempuan gila itu,,
Lelaki itu selalu dimiliki perempuan gila itu,,karena dia membutuhkan uang,,popularitas,,dan tentunya tubuh perempuan gila itu,,
Mulai disini harusnya dia berterima kasih kepadaku,,karena aku merebut lelaki itu,,
Mulai disini aku yang membuat lelaki itu membutuhkan uangku,,popularitasku dan tentunya tubuhku,,
Mulai disini juga aku mulai menyebutnya perempuan gila kepada semua orang,,
Aku hanya ingin membiarkannya tenang,,membiarkannya mencipta mimpinya,,hingga suatu saat,,dia akan sadar betapa besar peranku sebagai istri ayahnya,,dan tentunya berhenti meneriakiku murahan,,
Kalau sudah begini,,aku benar2 merasa gila,,apakah ada masalah dengan ke’murahan’ku,,atau harusnya perempuan gila dan lelaki itu yang kupermasalahkan dengan ke’murahan’ mereka yang gila,,



Gadis Lonte,,

Aku ada di rumah sakit jiwa ini,,
Tapi bukan berarti aku gila,,
Aku hanya memperhatikan tingkah perempuan gila dan wanita murahan itu,,
Ya,,mungkin mereka tak sadar akan hadirnya aku dalam hidup mereka,,seperti aku yang sangat sadar hidupku ada diujung hidup mereka,,
Aku tak tahu apa yang kurasa atau mungkin kupikirkan ketika melihat perempuan gila dan wanita murahan itu,,
Aku hanya senang saja memperhatikan mereka,,
Perempuan gila yang terus akan memainkan lelakonnya sebagai pura2 gila,,
Wanita murahan yang terus akan memainkan lelakonnya sebagai ibu tiri yang teladan dan sangat mencintai anak semata tirinya itu,,
Aku hanya senang saja tertawa memperhatikan mereka terus bermain lelakon itu seakan semua lelakon yang menyaksikannya itu buta dan tuli,,
Benar2 sakit mereka,,
Sakit?? Mereka?? Kalau yang ini tak berani2nyapun aku tertawa,,
Aku juga sakit,,benar2 sakit,,entah seperti mereka atau memang hanya sakit sendiri,,
Aku mencintai lelaki itu seperti halnya lelaki itu mencintaiku,,
Tapi aku tak bisa memiliki lelaki itu,,seperti lelaki itu tak ingin dimilikiku,,hanya tubuh dan perasaan mungkin yang menyatu diantara kami,,hanya sebatas gadis lonte lelakonku untuk lelaki itu,,
Lelaki itu menginginkan uang2,,popularitas2 dan tubuh2 lainnya,,
Disinilah sakitnya dimulai,,lelaki itu seringkali menyebut ‘logika’ sebagai obat sakitku,,logika yang kemudian akan dilanjutkan dengan menyatunya tubuh kami dalam aliran deru nafsu baginya (aliran cinta yang terkorbankan bagiku,,) yang ujungnya diakhiri dengan sejumlah imbalan finansial yang mungkin membuatku tak perlu berpikir apapun lagi untuk memiliki apapun dan sesiapapun,,kecuali memiliki lelaki itu,,
Kalau sudah begini,,aku benar2 merasa gila,,apakah ada masalah dengan ke’sakitan’ku,,atau harusnya perempuan gila, wanita murahan dan lelaki itu yang kupermasalahkan dengan kegilaan mereka yang sakit,,


Lelaki itu,,

Aku tak ada di rumah sakit jiwa itu,,
Tapi bukan berarti aku tidak gila,,
Aku benar2 dibuat gila dengan perempuan gila, wanita murahan dan gadis lonte,,
Aku mengenal perempuan gila,,karena aku mengenal uang,,popularitas dan tubuhnya,,
Kemudian perempuan gila menyukaiku,,dan memberikan uang,,popularitas dan tubuhnya,,
Disini semua berjalan baik,,sampai wanita murahan mengetahuinya,,
Kemudian wanita murahan menawarkan uang yang lebih,,popularitas yang lebih sensasional,,dan tubuh yang lebih menawan,,
Disini aku berpikir,,kalau ada yang lebih mengapa harus menjalankan yang tidak lebih,,
Kemudian perempuan gila menyebutku sebagai murahan juga,,dan wanita murahan menyebut perempuan gila sebagai benar2 gila dan memasukkannya ke rumah sakit jiwa itu,,
Disini wanita murahan sibuk dengan perempuan gila sampai aku mengenal gadis lonte,,
Gadis lonte tak kukenal dengan uang dan popularitas,,tapi kukenal dengan tubuhnya,,
Gadis lonte benar2 kucinta,,tapi gadis lonte tak punya uang dan popularitas itu,,
Disini logika yang harus kutahankan,,aku tak bisa hidup tanpa uang dan popularitas itu,,
Kutahankan uang dan popularitas itu maka aku akan tetap bisa tahankan cintaku pada gadis lonte itu,,
Aku tetap tahankan logikaku,,walau mungkin gadis lonte tak bisa mengerti,,
Aku akan tetap tahankan logikaku berada di perempuan gila,,wanita murahan dan gadis lonte,,
Kalau sudah begini,,aku benar2 merasa gila,,apakah ada masalah dengan ke’logikaan’ku,,atau harusnya perempuan gila, wanita murahan dan gadis lonte itu yang kupermasalahkan dengan kegilaan mereka yang tak berlogika,,


**ditulis oleh Dian Karmila,,tanpa maksud apapun,,tanpa menokohkan siapapun,, (20 May 2008, 01.23 PM)

No comments:

Post a Comment